Pedrosa bingung dengan masalah ban di Le Mans

Dani Pedrosa merasa bingung dengan kesulitan yang dialaminya saat Free Practice 2 di Sirkuit Le Mans, Perancis, Santu, 20 Mei 2017. Pembalap Honda Repasol itu hanya mampu menempati posisi ke-21 usai sesi latihan kedua, atau terpaut 4,1 detik dari rekan setim Marc Marquez. Tentu saja, raihan Pedrosa inipun mengundang pertanyaan. Mengigat ia baru saja memenangi GP Jerez, dua minggu yang lalu.

Pedrosa Menang di Jerez 2017

Ilustrasi : Dani Pedrosa saat memenangi GP Jerez, Minggu 7 Mei 2017     foto : motogp.com

Sama seperti Jorge Lorenzo, pembalap 33 tahun itu rupanya kesulitan karena tidak menemukan grip (daya cengkeram) pada ban belakang. Padahal biasanya Honda kuat ketika membalap di trek basah.

baca – Podium GP Jerez, kemenangan ke 53 Pedrosa

baca – Pedrosa Juara GP Jerez, Yamaha tanpa podium

“Hari yang tidak mudah, tapi saya pikir karena beberapa alasan, terutama kondisi siang hari yang menyulitkan. Kondisi hujan dan saya berharap hasil latihan yang bagus. Ternyata, saya tidak bisa memanaskan ban belakang, hanya 50 derajat,” keluh Pedrosa, seperti diberitakan motorsport.com

“Sangat aneh. Saya mencoba untuk mendapatkan grip, tapi tanpa suhu pada ban belakang maka tidak ada grip. Saya tidak menemukan feeling dan itu rasanya aneh,” tambahnya.

Ia mengaku tidak mengetahui apa penyebabnya. Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka ia dan timnya harus memikirkan bagaimana balapan dari awal, di trek kering,

“Kami harus membuat peningkatan dan memeriksa kondisi trek agar lebih baik dan mendapatkan lebih banyak feeling pada ban belakang,” tukasnya.

Ketika apakah ban belakang terlalu keras, Pedrosa pun mengaku tidak yakin.

“Saya tidak yakin. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Yang pasti, tidak ada suhu panas pada ban. Itu berarti ban tidak bekerja dengan baik, atau ban terlalu keras,” Pedrosa menandaskan.

baca – MotoGP Le Mans 2017, siapa juaranya?

baca – Klasemen MotoGP Jerez, perbedaan poin semakin tipis

Pedrosa sulit menjelaskan masalah apa yang terjadi pada ban motornya ketika melihat fenomena balap, dimana ada rider yang mampu mengelola set-up, sementara ada yang tidak berhasil. Menurut rider Spanyol itu, biasanya gap maksimal antar pembalap yang pertama dan terakhir tak lebih darii 2,5 detik. Sementara kondisi di Le Mas jaraknya sampai 5 detik, ini merupakan kondisi yang sulit dijeslakan.

“Ini berarti ada pembalap bekerja baik, dan lainnya kesulitan. Saya tidak tahu pasti bagaimana menjelaskannya,” pungkasnya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s